Selasa, 11 November 2008

Kakekku seorang Pelaut

Lebih familiar dengan sebutan Wasior dari pada Teluk Wondama.12 jam menggunakan kapal kayu yang berangkatnya menunggu muatan penuh (Itu klo ombak lagi libur!! tapi klo lagi smangat bisa sampe 16 jam), 1/2 jam dengan pesawat jenis capung 2X seminggu. tapi keberangkatan sering dibatalkan dengan alasan cuaca buruk. Jadwal yang pasti cuma kapal PELNI tapi adanya 2 minggu skali. Setelah 4 hari bolak-balik Rumah temen-Pelabuhan-bandara-
rumah temen lagi
akhirnya berangkat pake pesawat dengan tiket seharga 150rb Murah to?!?!?!? ya.. karena memang di subsidi ama PEMDAnya. tapi, siap-siap aja kecewa, walaupun udah pegang boarding pass klo Pemda tiba2 punya rapat.
semua penumpa
ng batal berangkat!!!
eh kue dari maskapainya
Roko-roko unti'
pasti
cateringnya ama orang bugis)
hehehe...



Seperti film Denias. wasior, landasan juga sekaligus bandara. jadi naiknya kayak ngantri naik kopaja.





Setelah 4 hari, cuma 1 yang yang buat saya khawatir. Di sini
berbeda dengan daerah laen di papua. jika terkena Malaria, maka dapatnya 1 paket (tropica dan tersiana). Kombinasi sempurna untuk di takuti para pendatang, terutama wisatawan mancanegara seperti saya(uaghhhhhhK...).

Nggak sabar menunggu 2 hari lagi , kapal kayu pun jadi!!!
ongkos yang sama dengan tiket pesawat, dapat teh hangat, sepotong roti plus bisa karoke-an. Sial!!! suaraku pas lagi Bindeng karena flu sih! coba klo nggak?!?!?!?/ semua koleksi kaset malaysianya pasti abis ku libas. Plus sedikit bonus karena Mr.Ombak lagi cuti dan Ms.Bulan lagi purnama penuh. Uiiiiiihhhhhhhh (...hal yang paling indah di dunia adalah dunia itu sendiri)

2 komentar:

Labaco' mengatakan...

Hahahaha "pas suara lagi bindeng"

jadi ingat sama seseorang

inart mengatakan...

wisatawan mancanegara??? Huahaha